Selamat Datang

==========Selamat Datang!==========
Loading...

Jumat, 30 Juli 2010

Belajar Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (Bagian II) (Under Construction)

Oleh I Putu Hatesa Twenta Zoja

Pencinta Bahasa Indonesia

  1. Nilai harta “gono-gini” ini adalah Rp. 12.000.000.000,-.
    • Benar: Nilai harta “gono-gini” ini adalah Rp12.000.000.000,00.
    • Alasan:
      • Penulisan satuan mata uang rupiah harus diakhiri dengan “,00” (dalam sen penuh);
      • Satuan mata uang tidak memakai tanda titik. “Rp” adalah lambang mata uang, seperti halnya US$, bukan singkatan; dan
      • Antara satuan mata uang dan nilai tidak menggunakan spasi.
  2. Menurut penelitian handphone lebih kotor dari pada telapak sandal.
    • Benar: Menurut penelitian, handphone lebih kotor daripada  telapak sandal.
    • Alasan:
      • Setelah frasa kata depan (menurut penelitian) diberi tanda baca koma;
      • Kata "handphone" seharusnya ditulis miring; dan
      • Kata “daripada” tidak dipisah unsur-unsurnya.
  3. Kita harus menjadikan customer kita sebagai mitra.
    • Benar:
      • Kita harus menjadikan customer kita sebagai mitra; atau
      • Kita harus menjadikan kastemer kita sebagai mitra.
    • Alasan: Kata yang belum bukan merupakan bentuk serapan dalam bahasa Indonesia harus dibuat miring (italic), kecuali bila sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia.
  4. Pendapatan perkapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk.
    • Benar: Pendapatan perkapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk.
    • Alasan: Kata “per” yang berarti "tiap" penggunaannya harus dipisahkan dengan kata yang mengikutinya; bila tidak, harus digabung. Misalnya, dalam kalimat “satu dibagi tiga sama dengan satu pertiga.”
  5. Kami pergi ke kantor dengan mengendarai bus antar kota.
    • Benar: Kami pergi ke kantor dengan mengendarai bus antar kota.
    • Alasan: Kata “antar”, “inter”, “pra”, “pasca”, “se”, dan sejenisnya harus digabung dengan kata yang mengikutinya kecuali kata yang mengikutinya tersebut didahului dengan huruf kapital, misalnya “se-Lampung.”
  6. Kami di beri penghargaan oleh Presiden diistana negara. Kami DIBERI penghargaan oleh presiden DI istana negara. Kata depan “di”, “ke”, dan “dari” harus digabung dengan kata yang mengikutinya. Bila bukan kata depan harus digabung.Gelar bila tidak diikuti dengan nama orang harus menggunakan huruf kecil. Penggunaan yang benar adalah dalam “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono”.
  7. Dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN yaitu: Akuntansi Pemerintahan dan Administrasi Perpajakan. 1. Dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN yaitu Akuntansi Pemerintahan dan Administrasi Perpajakan.2. Ada dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN: Akuntansi Pemerintahan dan Administrasi Perpajakan. Perhatikan penggunaan tanda titik dua (:).Kalimat pertama, sampai dengan kata “STAN”, belum selesai. Jadi tidak menggunakan tanda titik dua.Kalimat kedua, sampai dengan kata “STAN”, telah selesai (Ada dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN). Jadi kita dapat menggunakan tanda titik dua.
  8. Ada dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN : Akuntansi Pemerintahan dan Administrasi Perpajakan. …STAN: Akuntansi…. Tanda titik dua harus melekat pada kata sebelumnya (tanpa spasi).
  9. Adapun rincian penerimaan negara dalam postur APBN kita adalah sebagai berikut: …berikut. Kalimat ini adalah kalimat selesai. Jadi, harus diakhiri dengan tanda titik.
  10. Adapun rincian penerimaan negara dalam postur APBN kita adalah a) Penerimaan Perpajakan
b) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
c) Hibah …adalah
a) penerimaan perpajakan,
b) penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan
c) hibah. Rincian (a), (b), dan (c) adalah bagian kalimat sebelumnya. Jadi harus diawali dengan huruf kecil, diberi tanda koma (,) setelah satu frasa, dan diakhiri dengan tanda titik (.).

Belajar Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (Bagian I) (Under Construction)

Oleh I Putu Hatesa Twenta Zoja

Pencinta Bahasa Indonesia

Berikut ini adalah kalimat atau kata yang salah, kalimat atau kata yang benar, dan alasannya.

  1. Terima kasih atas perhatiannya.

    • Benar: Terima kasih atas perhatian Anda (atau Saudara, Bapak, Ibu, dst.)

    • Alasan: Kita berbicara dengan orang kedua bukan dengan orang ketiga. Kata -nya menunjuk kepada orang ketiga. 

  2. Kepada Bapak Bagito, waktu dan tempat kami persilakan.

    • Benar: (Yang terhormat) Bapak Bagito kami persilakan.Catatan: Kata dalam kurung boleh dipakai atau tidak, tergantung keadaan.

    • Alasan:

      • Subjek tidak boleh didahului dengan “kepada” atau kata depan lainnya (atau kata hubung, dst.) yang membuat kalimat menjadi tidak bersubjek.

      • Pemborosan kata. Kita tidak perlu menyatakan waktu dan tempat kita sediakan. Kita tidak mungkin menyediakan waktu. Tempat memang telah tersedia.

  3. Kami ucapkan banyak-banyak (atau ribuan atau jutaan terima kasih).

    • Benar: Kami ucapkan terima kasih.

    • Alasan: Terima kasih bukanlah hal yang dapat dihitung (uncountable) .

  4. Terima kasih atas perhatian anda (atau saudara atau bapak atau ibu)

    • Benar: Terima kasih atas perhatian Anda (atau Saudara atau Bapak atau Ibu).

    • Alasan: Sapaan harus diawali dengan huruf kapital.

  5. Jika semua persyaratan KTTS telah Anda penuhi, maka Anda dapat mengikuti ujian komprehensif.

    • Benar:

      • Jika persyaratan KTTA telah terpenuhi, Anda dapat mengikuti ujian komprehensif.

      • Anda dapat mengikuti ujian komprehensif bila persyaratan KTTA telah terpenuhi.

    • Alasan: “Jika” dan “maka” tidak boleh dipakai secara bersamaan—hal ini menyebabkan kedua frasa kalimat menjadi keterangan dan tidak memiliki subjek. Frasa yang bergaris bawah di samping adalah keterangan. Subjek adalah “Anda”. Ingat, subjek tidak boleh didahului oleh kata depan, kata hubung, dsb.

  6. Marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

    • Benar: Marilah kita ucapkan puji syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

    • Alasan:

      • Bagaimana mungkin manusia “memanjatkan” puji syukur ke hadapan Tuhan.

      • …”Mahakuasa”. Kata dasar di sini harus dirangkai dengan kata “maha” kecuali “Maha Esa” (merupakan kesepakatan bersama karena telah terlanjur terdapat di dalam dokumen sejarah seperti UUD 1945 dan Pancasila). Bila kata yang mengikuti “Maha” di sini adalah kata berimbuhan, seperti “Pengasih”, penggunaannya harus dipisah. Misalnya adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (atau Maha Penyayang, dsb.).

  7. Baiklah pemirsa, untuk menyingkat waktu, marilah kita menuju acara selanjutnya.

    • Benar: Baiklah pemirsa, marilah kita menuju acara selanjutnya.

    • Alasan: Manusia tidak mungkin menyingkat waktu. Kalimat harus logis kecuali menggunakan gaya bahasa (majas). “Menyingkat waktu” di sini tidak dimaksudkan dalam rangka penggunaan gaya bahasa.

  8. Masing-masing instansi di Departemen Keuangan telah memiliki jatah penerimaan lulusan STAN.

    • Benar:

      • Tiap-tiap instansi di Departemen Keuangan telah memiliki jatah penerimaan lulusan STAN.

      • Jatah penerimaan lulusan STAN telah ditentukan oleh instansi masing-masing di Departemen Keuangan.

    • Alasan: Penggunaan “masing-masing” dan “tiap-tiap” harus tepat: di depan atau di belakang kata.

  9. Marilah kita berdoa agar supaya kegiatan kita ini berjalan lancar.

    • Benar: Marilah kita berdoa agar (atau supaya) kegiatan kita ini berjalan lancar.

    • Alasan: Pemborosan kata. Kata “agar” atau “supaya” cukup digunakan salah satunya saja.

  10. Bukan hanya pemimpin yang bertanggung jawab atas nasib bangsa ini, kitapun harus turut bertanggung jawab.(Harta “gono-gini” adalah istilah dalam hukum perdata yang berarti harta yang diperebutkan ketika suami dan istri bercerai.)

    • Benar: Bukan hanya pemimpin yang bertanggung jawab atas nasib bangsa ini, kita pun harus turut bertanggung jawab.

    • Alasan: Kata “pun” yang berarti “juga” harus dipisah dengan kata yang mendahuluinya. Kata “pun” yang bukan berarti “juga” harus digabung, misalnya “meskipun, walaupun, kendatipun, dsb.”.

Kamis, 29 Juli 2010

Winston Churchill - Quotes

  1. A fanatic is one who can't change his mind and won't change the subject.
  2. A joke is a very serious thing.
  3. A lie gets halfway around the world before the truth has a chance to get its pants on.
  4. A man does what he must - in spite of personal consequences, in spit of obstacles and dangers and pressures - and that is the basis of all human morality.
  5. A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees the opportunity in every difficulty.
  6. A politician needs the ability to foretell what is going to happen tomorrow, next week, next month, and next year. And to have the ability afterwards to explain why it didn't happen.
  7. A prisoner of war is a man who tries to kill you and fails, and then asks you not to kill him.
  8. All the great things are simple, and many can be expressed in a single word: freedom, justice, honor, duty, mercy, hope.
  9. Although personally I am quite content with existing explosives, I feel we must not stand in the path of improvement.
  10. Although prepared for martyrdom, I preferred that it be postponed.
  11. An appeaser is one who feeds a crocodile, hoping it will eat him last.
  12. Attitude is a little thing that makes a big difference.
  13. Baldwin thought Europe was a bore, and Chamberlain thought it was only a greater Birmingham.
  14. Battles are won by slaughter and maneuver. The greater the general, the more he contributes in maneuver, the less he demands in slaughter.
  15. Before Alamein we never had a victory. After Alamein we never had a defeat.
  16. Broadly speaking, the short words are the best, and the old words best of all.
  17. Continuous effort - not strength or intelligence - is the key to unlocking our potential.
  18. Courage is rightly esteemed the first of human qualities... because it is the quality which guarantees all others.
  19. Courage is what it takes to stand up and speak; courage is also what it takes to sit down and listen.
  20. Criticism may not be agreeable, but it is necessary. It fulfils the same function as pain in the human body. It calls attention to an unhealthy state of things.
  21. Difficulties mastered are opportunities won.
  22. Do not let spacious plans for a new world divert your energies from saving what is left of the old.
  23. Eating words has never given me indigestion.
  24. Ending a sentence with a preposition is something up with which I will not put.
  25. Everyone has his day and some days last longer than others.
  26. For good or for ill, air mastery is today the supreme expression of military power and fleets and armies, however vital and important, must accept a subordinate rank.
  27. For my part, I consider that it will be found much better by all parties to leave the past to history, especially as I propose to write that history myself.
  28. From Stettin in the Baltic to Trieste in the Adriatic, an iron curtain has descended across the Continent.
  29. Great and good are seldom the same man.
  30. He has all of the virtues I dislike and none of the vices I admire.
  31. Healthy citizens are the greatest asset any country can have.
  32. History is written by the victors.
  33. History will be kind to me for I intend to write it.
  34. However beautiful the strategy, you should occasionally look at the results.
  35. I always avoid prophesying beforehand, because it is a much better policy to prophesy after the event has already taken place.
  36. I always seem to get inspiration and renewed vitality by contact with this great novel land of yours which sticks up out of the Atlantic.
  37. I am always ready to learn although I do not always like being taught.
  38. I am an optimist. It does not seem too much use being anything else.
  39. I am certainly not one of those who need to be prodded. In fact, if
    anything, I am the prod.
  40. I am easily satisfied with the very best.
  41. I am fond of pigs. Dogs look up to us. Cats look down on us. Pigs treat
    us as equals.
  42. I am never going to have anything more to do with politics or politicians. When this war is over I shall confine myself entirely to writing and painting.
  43. I am prepared to meet my Maker. Whether my Maker is prepared for the great ordeal of meeting me is another matter.
  44. I cannot pretend to be impartial about the colours. I rejoice with the brilliant ones, and am genuinely sorry for the poor browns.
  45. I have been brought up and trained to have the utmost contempt for people who get drunk.
  46. I have never developed indigestion from eating my words.
  47. I have nothing to offer but blood, toil, tears and sweat.
  48. I have taken more out of alcohol than alcohol has taken out of me.
  49. I like a man who grins when he fights.
  50. I may be drunk, Miss, but in the morning I will be sober and you will still be ugly.
  51. I never worry about action, but only inaction.
  52. I was only the servant of my country and had I, at any moment, failed to express her unflinching resolve to fight and conquer, I should at once have been rightly cast aside.
  53. I'm just preparing my impromptu remarks.
  54. If Hitler invaded hell I would make at least a favorable reference to the devil in the House of Commons.
  55. If the Almighty were to rebuild the world and asked me for advice, I would have English Channels round every country. And the atmosphere would be such that anything which attempted to fly would be set on fire.
  56. If the human race wishes to have a prolonged and indefinite period of material prosperity, they have only got to behave in a peaceful and helpful way toward one another.
  57. If we open a quarrel between past and present, we shall find that we have lost the future.
  58. If you are going through hell, keep going.
  59. If you go on with this nuclear arms race, all you are going to do is make the rubble bounce.
  60. If you have an important point to make, don't try to be subtle or clever. Use a pile driver. Hit the point once. Then come back and hit it again. Then hit it a third time - a tremendous whack.
  61. If you have ten thousand regulations you destroy all respect for the law.
  62. If you're going through hell, keep going.
  63. In the course of my life, I have often had to eat my words, and I must confess that I have always found it a wholesome diet.
  64. In those days he was wiser than he is now; he used to frequently take my advice.
  65. In war as in life, it is often necessary when some cherished scheme has failed, to take up the best alternative open, and if so, it is folly not to work for it with all your might.
  66. In war, you can only be killed once, but in politics, many times.
  67. In wartime, truth is so precious that she should always be attended by a bodyguard of lies.
  68. India is a geographical term. It is no more a united nation than the Equator.
  69. It has been said that democracy is the worst form of government except all the others that have been tried.
  70. It is a fine thing to be honest, but it is also very important to be right.
  71. It is a good thing for an uneducated man to read books of quotations.
  72. It is a mistake to look too far ahead. Only one link of the chain of destiny can be handled at a time.
  73. It is always wise to look ahead, but difficult to look further than you can see.
  74. It is more agreeable to have the power to give than to receive.
  75. It is no use saying, 'We are doing our best.' You have got to succeed in doing what is necessary.
  76. It was the nation and the race dwelling all round the globe that had the lion's heart. I had the luck to be called upon to give the roar.
  77. Kites rise highest against the wind - not with it.
  78. Let our advance worrying become advance thinking and planning.
  79. Man will occasionally stumble over the truth, but most of the time he will pick himself up and continue on.
  80. Meeting Franklin Roosevelt was like opening your first bottle of champagne; knowing him was like drinking it.
  81. Men occasionally stumble over the truth, but most of them pick themselves up and hurry off as if nothing had happened.
  82. Most people stumble over the truth, now and then, but they usually manage to pick themselves up and go on, anyway.
  83. Mr. Attlee is a very modest man. Indeed he has a lot to be modest about.
  84. My most brilliant achievement was my ability to be able to persuade my wife to marry me.
  85. My rule of life prescribed as an absolutely sacred rite smoking cigars and also the drinking of alcohol before, after and if need be during all meals and in the intervals between them.
  86. My wife and I tried two or three times in the last 40 years to have breakfast together, but it was so disagreeable we had to stop.
  87. Never hold discussions with the monkey when the organ grinder is in the room.
  88. Never in the field of human conflict was so much owed by so many to so few.
  89. Never, never, never give up.
  90. "No comment" is a splendid expression. I am using it again and again.
  91. No crime is so great as daring to excel.
  92. No idea is so outlandish that it should not be considered with a searching but at the same time a steady eye.
  93. No part of the education of a politician is more indispensable than the fighting of elections.
  94. Nothing can be more abhorrent to democracy than to imprison a person or keep him in prison because he is unpopular. This is really the test of civilization.
  95. Nothing in life is so exhilarating as to be shot at without result.
  96. Now this is not the end. It is not even the beginning of the end. But it is, perhaps, the end of the beginning.
  97. One does not leave a convivial party before closing time.
  98. One ought never to turn one's back on a threatened danger and try to run away from it. If you do that, you will double the danger. But if you meet it promptly and without flinching, you will reduce the danger by half. Never run away from anything. Never!
  99. Perhaps it is better to be irresponsible and right, than to be responsible and wrong.
  100. Personally I'm always ready to learn, although I do not always like being taught.
  101. Play the game for more than you can afford to lose... only then will you learn the game.
  102. Politics are very much like war. We may even have to use poison gas at times.
  103. Politics is almost as exciting as war, and quite as dangerous. In war you can only be killed once, but in politics many times.
  104. Politics is not a game. It is an earnest business.
  105. Politics is the ability to foretell what is going to happen tomorrow, next week, next month and next year. And to have the ability afterwards to explain why it didn't happen.
  106. Really I feel less keen about the Army every day. I think the Church would suit me better.
  107. Russia is a riddle wrapped in a mystery inside an enigma.
  108. Short words are best and the old words when short are best of all.
  109. Socialism is a philosophy of failure, the creed of ignorance, and the gospel of envy, its inherent virtue is the equal sharing of misery.
  110. Solitary trees, if they grow at all, grow strong.
  111. Some people regard private enterprise as a predatory tiger to be shot. Others look on it as a cow they can milk. Not enough people see it as a healthy horse, pulling a sturdy wagon.
  112. Study history, study history. In history lies all the secrets of statecraft.
  113. Success consists of going from failure to failure without loss of enthusiasm.
  114. Success is going from failure to failure without a loss of enthusiam.
  115. Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.
  116. Sure I am of this, that you have only to endure to conquer.
  117. The best argument against democracy is a five-minute conversation with the average voter.
  118. The British nation is unique in this respect. They are the only people who like to be told how bad things are, who like to be told the worst.
  119. The empires of the future are the empires of the mind.
  120. The farther backward you can look, the farther forward you can see. The first quality that is needed is audacity.
  121. The great defense against the air menace is to attack the enemy's aircraft as near as possible to their point of departure.
  122. The inherent vice of capitalism is the unequal sharing of blessings; the inherent virtue of socialism is the equal sharing of miseries.
  123. The length of this document defends it well against the risk of its being read.
  124. The pessimist sees difficulty in every opportunity. The optimist sees the opportunity in every difficulty.
  125. The power of an air force is terrific when there is nothing to oppose it.
  126. The power of man has grown in every sphere, except over himself.
  127. The price of greatness is responsibility.
  128. The problems of victory are more agreeable than those of defeat, but they are no less difficult.
  129. The reserve of modern assertions is sometimes pushed to extremes, in which the fear of being contradicted leads the writer to strip himself of almost all sense and meaning.
  130. The short words are best, and the old words are the best of all.
  131. The truth is incontrovertible, malice may attack it, ignorance may deride it, but in the end; there it is.
  132. There are a terrible lot of lies going about the world, and the worst of it is that half of them are true.
  133. There are two things that are more difficult than making an after-dinner speech: climbing a wall which is leaning toward you and kissing a girl who is leaning away from you.
  134. There is no such thing as a good tax.
  135. There is no such thing as public opinion. There is only published opinion.
  136. There is nothing more exhilarating than to be shot at without result.
  137. These are not dark days: these are great days - the greatest days our country has ever lived.
  138. This is no time for ease and comfort. It is time to dare and endure.
  139. This report, by its very length, defends itself against the risk of being read.
  140. Those who can win a war well can rarely make a good peace and those who could make a good peace would never have won the war.
  141. To build may have to be the slow and laborious task of years. To destroy can be the thoughtless act of a single day.
  142. To improve is to change; to be perfect is to change often.
  143. To jaw-jaw is always better than to war-war.
  144. Too often the strong, silent man is silent only because he does not know what to say, and is reputed strong only because he has remained silent.
  145. True genius resides in the capacity for evaluation of uncertain, hazardous, and conflicting information.
  146. Victory at all costs, victory in spite of all terror, victory however long and hard the road may be; for without victory, there is no survival.
  147. War is a game that is played with a smile. If you can't smile, grin. If you can't grin, keep out of the way till you can.
  148. War is mainly a catalogue of blunders.
  149. We are all worms. But I believe that I am a glow-worm.
  150. We are asking the nations of Europe between whom rivers of blood have flowed to forget the feuds of a thousand years.
  151. We are masters of the unsaid words, but slaves of those we let slip out.
  152. We are stripped bare by the curse of plenty.
  153. We do not covet anything from any nation except their respect.
  154. We have always found the Irish a bit odd. They refuse to be English.
  155. We make a living by what we get, but we make a life by what we give.
  156. We occasionally stumble over the truth but most of us pick ourselves up
    and hurry off as if nothing had happened.
  157. We shall defend our island, whatever the cost may be, we shall fight on the beaches, we shall fight on the landing grounds, we shall fight in the fields and in the streets, we shall fight in the hills; we shall never surrender.
  158. We shall draw from the heart of suffering itself the means of inspiration and survival.
  159. We shall show mercy, but we shall not ask for it.
  160. We shape our buildings; thereafter they shape us.
  161. When I am abroad, I always make it a rule never to criticize or attack the government of my own country. I make up for lost time when I come home.
  162. When the war of the giants is over the wars of the pygmies will begin.
  163. When you are winning a war almost everything that happens can be claimed to be right and wise.
  164. When you have to kill a man, it costs nothing to be polite.
  165. Without tradition, art is a flock of sheep without a shepherd. Without innovation, it is a corpse.
  166. You can always count on Americans to do the right thing - after they've tried everything else.
  167. You have enemies? Good. That means you've stood up for something, sometime in your life.

Selasa, 20 Juli 2010

Sepuluh Jari

Tulisan inilah yang sering saya tulis sejak dahulu, sejak SMA, hingga sekarang.

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas Nama Bangsa Indonesia
Sukarno-Hatta

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Pembukaan
(Preambule)

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia. Dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan berkebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu, untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam undang-undang dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Padang Harapan, Bengkulu, 21 Juli 2010 14.52 WIB

Sabtu, 26 Desember 2009

KMHB STAN Partisipasi dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

(Media Hindu, Edisi 52, Juni 2008)

Jumat, 24 April 2008 pukul 21.00 WIB, Keluarga Besar Hindu Buddha Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (KMHB STAN) mengadakan dharmayatra ke Jawa Tengah, tepatnya di daerah Kemuning-Karanganyar. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KMHB STAN yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Dharmayatra kali ini diikuti oleh anggota dan para alumni, dengan komandannya Putu Hateza Twenta Zoja yang kesehariannya dipanggil Pupung.
Berbagai jenis barang akan disumbangkan kepada lima desa yang ada di kecamatan Ngargoyoso. Barang itu meliputi pakaian layak pakai, bahan bangunan, makanan, buku-buku agama. Uniknya lagi, 10 ekor kambing disumbangkan kepada warga yang ada di lima desa tersebut yang pengaturan dan pengawasannya dilakukan oleh Forum Generasi Muda Hindu di kecamatan Ngargoyoso. Ini merupakan suatu tanda yang baik di mana mahasiswa sebagai generasi penerus mulai tumbuh rasa toleransi untuk memajukan Hindu ke depan dalam wujud sevanam.
Rombongan tiba di Desa Kemuning, Sabtu pukul 11.00 siang dan istirahat di rumah seorang warga, Tukul Triatmo. Setelah rehat sejenak, acara dilanjutkan dengan mengadakan persembahan ke Candi Ceto. Selesai mengadakan persembahyangan yang dipimpin oleh Mangku Made Mahardika, ketua panitia menyerahkan bantuan berupa buku-buku agama yang diterima oleh Sunardi selaku pengurus Peradah Jenawi dan pengurus Candi Ceto. Perjalanan dilanjutkan ke Pura Tunggal Ika yang terletak tidak terlalu jauh dari tempat peristirahatan. Acara diawali dengan persembahyangan bersama yang dilanjutkan tatap muka dengan PHDI Ngargoyoso, Kepal Desa Kemuning serta warga setempat yang hadir.
Dalam sambutannya, PHDI Ngargoyoso, Suwarno, sangat mendukung dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa seperti pelayanan umat. Karena akan memberikan motivasi dan semangat kepada warga untuk senantiasa setia pada ajaran leluhur. Dengan adanya simakrama, akan terjalin hubungan yang baik, sebagai wujud kepedulian bersama. Dijelaskan juga bahwa dari tujuh desa yang ada di kecamatan Ngargoyoso, dua desa di antaranya dipimpin oleh umat Hindu. Hal ini menandakan bahwa umat Hindu masih dipercaya.
Yoko Tohjiwo, Kades Kemuning, menyampaikan, sudah saatnya generasi muda Hindu bangkit dan membangun kembali kejayaan Hindu. Langkah awal yang bisa dilakukan, dengan meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan umat. Yoko menekankan agar senantiasa memberikan informasi ke daerah sehingga perkembangan Hindu sampai ke pelosok. Ditambahkan juga beberapa penyebab terjadinya konversi yaitu ekonomi, perkawinan, dan lapangan pekerjaan. Karena itu, warga masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan seperti dharmayatra.
***
Demikian kegiatan Dharmayatra yang foto kegiatannya sempat dijadikan sampul depan majalah Media Hindu ini. Sedikit ralat dari pemberitaan di Media Hindu tersebut di atas, dalam acara Dharmayatra tersebut tidak terdapat sumbangan berupa makanan. Adapun rincian sumbangan yang disalurkan adalah sebagai berikut.
  1. Hewan Ternak (10 ekor kambing)
    Kambing sebanyak 4 ekor dikelola oleh Forum Hindu (Forhin) di lokasi dan 2 ekor untuk dikelola setiap Pura: Arga Bajra Dharma, Pura Jongol Sandi Loka, dan Pura di Nglundo
  2. Buku-Buku Agama dari Departemen Agama dengan jumlah 456 buah yang terdiri dari buku pelajaran agama Hindu dari SD, SLTP, dan SLTA (344 buah), buku-buku bacaan agama Hindu (110 buah), dan Kitab Tripitaka (2 buah)
  3. Dupa (4 dus)
  4. Selendang (100 helai)
  5. Kain Wastra (5 buah)
  6. Dana Punia berupa uang tunai
  7. Bahan Bangunan berupa pasir dan semen
  8. Pakaian Layak Pakai yang berasal dari warga di Cilincing, Jakarta, dan angggota KMHB (7 karung)
Bintaro Sektor V, 11 November 2009

Jumat, 25 Desember 2009

DHARMAYATRA DAN DHARMATULA KMHB STAN 2008

Om Suastyastu
Pada 22 Oktober 2009 lalu, saya menghubungi mantan ketua I (Mas Joko) serta ketua I (Saryanto/Mas Abas) dan II (Mbak Eka) Forum Hindu (Forhin) di Kemuning, Karang Anyar, Jawa Tengah—sebelumnya, saya juga menghubungi Mas Joko secara periodik. Kali ini, saya bertanya tentang kabar penduduk di sana dan keadaan hewan ternak kambing yang tahun lalu pernah disumbangkan melalui KMHB STAN. Mas Joko dan Mas Abas bercerita tentang keadaan penduduk di sana dan tentang hewan ternak. Mengenai hewan ternak, berdasarkan laporan yang saya peroleh, baik dari Mas Joko maupun dari Mas Abas, kambing yang masih dikelola di sana sekarang ada dua belas ekor. Hewan ternak ini dapat berkurang karena mati atau karena dimanfaatkan sesuai keperluan, dan bertambah karena beranak pinak. Hewan ternak sumbangan ini dahulu telah dilimpahkan pengelolaannya pada warga Karanganyar.
***
Pada 2008 yang lalu, Keluarga Mahasiswa Hindu dan Budha (KMHB) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) mengadakan rangkaian kegiatan Dharmayatra dan Dharmatula dalam rangka hari raya Nyepi pada tahun itu. Kegiatan ini dibagi ke dalam dua kepanitiaan dengan ketua pelaksana yang berbeda tetapi dengan anggota pelaksana yang sama.

Dharmayatra
Dalam Dharmayatra yang diadakan pada 26 April 2008 ini, KMHB STAN Jakarta mengunjungi umat Hindu yang ada di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Candi Ceto beserta Puri Saraswati, kemudian lokasi kedua adalah Pura Tunggal Ika. Karena waktu yang sangat singkat, rencana yang semula akan mengunjungi empat pura untuk langsung menyerahkan bantuan akhirnya diubah dengan penyerahan sumbangan secara simbolis untuk pura-pura tersebut di Pura Tunggal Ika.

Dharmatula
Acara Dharmatula ini diketuai oleh mahasiswa tingkat dua spesialisasi Akuntansi Pemerintahan, Komang Suda Arsa. Kegiatan di sini berupa Dharmawacana dan mekidung, sekaligus ajang pengakraban anggota dan alumni KMHB STAN. Acara ini bertempat di gedung B kampus STAN pada Sabtu, 10 Mei 2008.

Dua rangkaian acara di atas mengeluarkan dana yang cukup besar, yaitu Rp27.020.000,00. Pemasukan berasal dari kas KMHB STAN Rp4.000.000,00, donasi dari Alumni KMHB Rp15.295.000,00, Media Hindu Rp500.000,00, dan iuran anggota KMHB STAN Rp7.225.000,00.
***
Demikianlah rangkaian kegiatan Dharmayatra dan Dharmatula tahun lalu. Saya memohon maaf bila dahulu terdapat kesalahan, baik sengaja maupun tidak, dalam memimpin dan melaksanakan rangkaian kegiatan ini—terutama kegiatan Dharmayatra. Saya mengucapkan terima kasih kepada I Komang Suda Arsa (Komsud) sebagai wakil ketua, Putu Suarmaja (Jajak) sebagai sekretaris, dan kepada Ni Made Hepi Susanti dan Made Rahayu Indrayani sebagai bendahara, juga kepada anak-anak:
  1. Acara: Kadek Tisko Suaryawan, bersama dengan I Dewa Gede Putra Supramajaya (Dewo), I Gde Nengah Tri Prasetya (boni), Putu Niti Pradnyadika, Janu Hasnowo, Anak Agung Adi Prasetya (Odi), Roswindan Singh, I Gede Kamajaya (GK), I Putu Eldi Andiana, Anak Agung Putu Mayun Cahya, Wiria Pugala, dan Made Agus Darmaputra;
  2. Humas dan Danus: I Gede Arya Wijaya Kusuma (Arya Cupang) (Danus) dan I Wayan Maha Hredaya Dharma (Humas), bersama dengan I Kadek Dedi Indra Pramana, Putu Yogi Virgiawan (Cebong), Made Dwihanjaya Sugandha (Double), Made Ricky Prasetya, Wayan Dani Irawan, I Wayan Agus Eka (Bli Goseng), Nikki Wirawan Sugitha, Made Shanti Arya Dwita (Dek Arya), I Ketut Satya Wijaya, Gede Ari Erawan, Deksa Prima Romi, I Made Bambang Wirawan, Made Wira Mahiswara, dan Putu Yuna Diputra;
  3. Kerohanian: I Komang Adi Saputra (Jenin), bersama dengan I Gusti Ayu Putri Arisanti, Made Rai Wijara Yasa, dan Kadek Heri Priyantara;
  4. Perlengkapan dan Dekorasi: Putu Indra Sasmita, bersama dengan Putu Surya Atmaja (Tunik), I Gede Yudi Mahendra, Ardian Amirudin, I Putu Ryan Dessaptamasoma, Wayan Eri Wasgita, I Putu Sukma Hendrawan, Edi, Made Suandi Putra, dan Made Dwika Yasindra;
  5. Transportasi dan Dokumentasi: Dwi Praditya Rahadi (Transportasi) dan I Made Yogi Pradnyana Sugitha (Ogi) (Dokumentasi), bersama dengan Widya Ari Pranayoga, Made Satria Pramanda Putra, Ni Made Ayu Mega Pratiwi, Hendri Laiman, I Putu Adi Sukmawan, I Nyoman Taufik R., Putu Yadi Sasmita Udiana (Alex), Gede Vidi Wuragi, dan Ida Bagus Tri Suputra;
  6. Konsumsi: Ni Luh Ketut Shanti Antik Safitri, bersama dengan I Gusti Ayu Diah Cintya Utami, Ni Luh Riandewi Waringin (Ewik), Yuyun Suprapti, Chindy Kresna Agung Bujana, Jusman K., Putu Yudi Ristama, I Kadek Maharta Kusuma, Putu Mahendra Jaya Ardhana, Ni Komang Kumara Dewi, dan Komang Yuli Pridarsanti;
  7. Keamanan: Anom Nugraha Dananjaya, bersama dengan Heri Santoso dan I Wayan Deka Wijaya Putra.
Kami, seluruh panitia, bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenan-Nya kegiatan ini dapat terlaksana. Namun, kami sadari, masih terdapat banyak kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada para alumni KMHB STAN, Departeman Agama, Media Hindu, Mas Joko (Mantan Ketua Forhin di lokasi), dan Mas Tukul (pembimbing ke lokasi), serta seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini.

***
Untuk KMHB STAN Jakarta sendiri, memiliki agenda besar yang biasanya berselang-seling setiap tahun. Misalnya bila tahun ini KMHB STAN mengadakan Dharmasanthi, biasanya tahun depannya mengadakan Tirtayatra atau Dharmayatra.
Saya berharap kegiatan-kegiatan semacam ini dapat sering diadakan oleh teman-teman Keluarga Mahasiswa Hindu (KMH) maupun pihak lainnya di luar itu. Untuk perguruan tinggi, kegiatan ini dapat diadakan per KMH perguruan tinggi itu atau dengan kerja sama antar-KMH, mana yang paling mungkin.
Semoga niat yang baik dapat memberi manfaat bagi sesama.
Om Çantih Çantih Çantih Om

Kos Puri Lestari, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang, 31 Oktober 2009

Minggu, 21 Juni 2009

Sebuah Awal

Hari ini aku mendaftar sebuah akun di blogger. Aku berharap dapat menyalurkan minatku dalam menulis melalui media ini. Semoga yang aku lakukan di sini berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Kalimongso, Jurangmangu Timur, Pondok Aren Tangerang, Banten, 15222 Pukul 16.00 WIB