Oleh I Putu Hatesa Twenta Zoja
Pencinta Bahasa Indonesia
- Nilai harta “gono-gini” ini adalah Rp. 12.000.000.000,-.
- Benar: Nilai harta “gono-gini” ini adalah Rp12.000.000.000,00.
- Alasan:
- Penulisan satuan mata uang rupiah harus diakhiri dengan “,00” (dalam sen penuh);
- Satuan mata uang tidak memakai tanda titik. “Rp” adalah lambang mata uang, seperti halnya US$, bukan singkatan; dan
- Antara satuan mata uang dan nilai tidak menggunakan spasi.
- Menurut penelitian handphone lebih kotor dari pada telapak sandal.
- Benar: Menurut penelitian, handphone lebih kotor daripada telapak sandal.
- Alasan:
- Setelah frasa kata depan (menurut penelitian) diberi tanda baca koma;
- Kata "handphone" seharusnya ditulis miring; dan
- Kata “daripada” tidak dipisah unsur-unsurnya.
- Kita harus menjadikan customer kita sebagai mitra.
- Benar:
- Kita harus menjadikan customer kita sebagai mitra; atau
- Kita harus menjadikan kastemer kita sebagai mitra.
- Alasan: Kata yang belum bukan merupakan bentuk serapan dalam bahasa Indonesia harus dibuat miring (italic), kecuali bila sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia.
- Pendapatan perkapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk.
- Benar: Pendapatan perkapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk.
- Alasan: Kata “per” yang berarti "tiap" penggunaannya harus dipisahkan dengan kata yang mengikutinya; bila tidak, harus digabung. Misalnya, dalam kalimat “satu dibagi tiga sama dengan satu pertiga.”
- Kami pergi ke kantor dengan mengendarai bus antar kota.
- Benar: Kami pergi ke kantor dengan mengendarai bus antar kota.
- Alasan: Kata “antar”, “inter”, “pra”, “pasca”, “se”, dan sejenisnya harus digabung dengan kata yang mengikutinya kecuali kata yang mengikutinya tersebut didahului dengan huruf kapital, misalnya “se-Lampung.”
- Kami di beri penghargaan oleh Presiden diistana negara. Kami DIBERI penghargaan oleh presiden DI istana negara. Kata depan “di”, “ke”, dan “dari” harus digabung dengan kata yang mengikutinya. Bila bukan kata depan harus digabung.Gelar bila tidak diikuti dengan nama orang harus menggunakan huruf kecil. Penggunaan yang benar adalah dalam “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono”.
- Dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN yaitu: Akuntansi Pemerintahan dan Administrasi Perpajakan. 1. Dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN yaitu Akuntansi Pemerintahan dan Administrasi Perpajakan.2. Ada dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN: Akuntansi Pemerintahan dan Administrasi Perpajakan. Perhatikan penggunaan tanda titik dua (:).Kalimat pertama, sampai dengan kata “STAN”, belum selesai. Jadi tidak menggunakan tanda titik dua.Kalimat kedua, sampai dengan kata “STAN”, telah selesai (Ada dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN). Jadi kita dapat menggunakan tanda titik dua.
- Ada dua spesialisasi dengan jumlah mahasiswa terbesar di STAN : Akuntansi Pemerintahan dan Administrasi Perpajakan. …STAN: Akuntansi…. Tanda titik dua harus melekat pada kata sebelumnya (tanpa spasi).
- Adapun rincian penerimaan negara dalam postur APBN kita adalah sebagai berikut: …berikut. Kalimat ini adalah kalimat selesai. Jadi, harus diakhiri dengan tanda titik.
- Adapun rincian penerimaan negara dalam postur APBN kita adalah a) Penerimaan Perpajakan
b) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
c) Hibah …adalah
a) penerimaan perpajakan,
b) penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan
c) hibah. Rincian (a), (b), dan (c) adalah bagian kalimat sebelumnya. Jadi harus diawali dengan huruf kecil, diberi tanda koma (,) setelah satu frasa, dan diakhiri dengan tanda titik (.).